Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, 6 Poin Berikut Harus Dipenuhi

Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, 6 Poin Berikut Harus Dipenuhi

Terkait hal tersebut Kementerian Kesehatan sepenuhnya akan mendukung kebijakan ini. Dalam hal ini pemerintah pusat memutuskan bahwa Pemda dapat membuka sekolah tatap muka di masa pandemi Covid-19 di semester genap per Januari 2021. Bidang kesehatan akan meningkatkan perannya dalam mencegah penularan Covid-19. Dalam rilis resmi yang dilansir website Kemenkes RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menegaskan bahwa keputusan ini memperbolehkan Pemda membuka sekolah tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Pemerintah mulai menghimbau untuk sekolah tatap muka

Selain itu, dia berpesan agar guru bisa terus berkreasi dan melakukan terobosan dalam mendidik murid-muridnya. Untuk memfasilitasi hal ini, Kemendikbud telah memberikan keleluasaan penggunaan dana BOS untuk pembelajaran di masa pandemi ini. Termasuk, melengkapi protokol kesehatan di sekolah hingga jatah pulsa bagi guru dan siswa untuk PJJ. Gubernur juga menghimbau para Kepala Sekolah dan Guru di Kabupaten Lebak untuk disiplin dan taat melaksanakan protokol kesehatan.

Budhy mengungkapkan, enam gerai resto makanan siap saji yang disanksi, yakni McD Pahlawan Revolusi, McD Buaran, McD Jalan Bina Marga Cipayung, McD Jalan Otista, McD Taman Mini dan McD Jalan Pemuda Rawamangun. Budhy menyebutkan, petugas Satpol PP Jakarta Timur hanya menemukan McDonald’s PGC Cililitan yang menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan kerumunan massa. “Saya menghimbau para investor untuk memaksimalkan penggunaan listrik PLN, karena biayanya pasti jauh lebih murah ketimbang membangkitkan listrik sendiri.

Akun twitter dari radio @Prambors turut menyuarakan kesenangan atas wacana pemerintah tersebut. JAKARTA – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan Kementerian Kesehatan akan meningkatkan peran Puskesmas untuk mendukung pembelajaran tatap muka di sekolah. “Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri untuk proses belajar mengajar tatap muka Payakumbuh sudah memenuhi syarat cuma ada beberapa mekanisme yang harus kita patuhi,” kata Sekretaris Daerah Rida Ananda di ruang kerjanya, Senin (04/01). JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana kembali membuka sekolah untuk belajar tatap muka mulai Juli 2020.

Artinya, ketika terjadi pelanggaran protokol kesehatan, maka bisa langsung ditindak dengan melakukan peneguran bahkan penjatuhan sanksi. Termasuk, bila ada anak usia sekolah mengenakan seragam namun berkeliaran. Fatalnya, jika ada komorbid dan lansia di rumah maka sangat berisiko tinggi.

Perhatikan protokol kesehatan 3M ketika anak-anak datang ke sekoilah,” pungkasnya. Rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka membentuk dua kubu respons pro dan kontra. Masyarakat yang pro pada rencana pemerintah tersebut menilai bahwa tatap muka sekolah dapat mendidik siswa agar tidak malas karena terlalu lama belajar on-line. Lalu masyarakat yang kontra pada rencana tersebut, khawatir apabila sekolah tatap muka nantinya justru menambah kasus baru pada klaster Covid-19. Namun, pemerintah terus memantau perkembangan rencana tersebut serta selalu menghimbau untuk menerapkan protokol kesehatan dan membatasi interaksi para peserta didik.

Pemerintah berharap setelah vaksinasi, sekolah akan dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Saya optimis melihat perkembangan hari ini baik Diknas guru – guru dan siswa di Kabupaten Banyuasin. Kebijakan kembali Bersekolah dengan tatap muka ini bisa berjalan dengan lancar tapi untuk sekarang kami belum memperbolehkan Kantin untuk dibuka seperti biasa dan kami menghimbau kepada orang tua agar bisa membawa bekal kepada anak-anaknya”, jelasnya. Dalam kunjungannya ke beberapa sekolah, Bupati Banyuasin H. Askolani juga melakukan dialog dengan beberapa guru dan siswa. Langkah tersebut Askolani lakukan sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam rangka mengetahui kondisi dan kesiapan setiap sekolah dalam uji coba untuk belajar sistem tatap muka atau on class di Kabupaten Banyuasin. Kebijakan meliburkan proses belajar dan mengajar di sekolah merupakan upaya pemerintah mengantisipsi wabah virus corona, waktu 14 hari dianggap cukup efektif memurus tali rantai penyebaran virus di lingkungan kita.

Walaupun sebelumnya pemerintah juga telah menghimbau bagi daerah zona hijau, diperbolehkan sekolah tatap muka. Sedangkan sekolah tatap muka untuk daerah Zona Kuning, masih menunggu petunjuk. Sementara untuk ketidaksiapan sekolah menyelenggarakan pembelajaran Bandar Slot Online tatap muka, Herlin berjanji akan melakukan pemantauan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan sesuai petunjuk dan arahan. Ia juga meminta unsur pendukung, seperti TNI, Polri, Satpol PP untuk bisa memback up penerapan protokol kesehatan.

Comments are closed.