Belajar Tatap Muka 2021, Idai

Belajar Tatap Muka 2021, Idai

Khusus untuk siswa SD di Solo, simulasi belajar tatap muka dilakukan berbarengan dengan bulan imunisasi anak sekolah . Hal itu seperti diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Solo. Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan setempat mulai menggelar pembelajaran tatap muka secara perdana untuk jenjang pendidikan tingkat SD dan SMP. Oleh sebab itu, Budi mendorong pemerintah daerah untuk segera membuka sekolah agar tidak terjadi kehilangan pembelajaran bagi anak muda, tentunya dengan protokol kesehatan yang sudah diatur dalam SKB 4 Situs Bola Online Menteri. Bila nanti sekolah dibuka, maka protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus diterapkan.

Tatap muka bagi anak SD

Hal ini sama halnya dengan memakai masker yang dapat menyaring cairan yang keluar atau masuk dari mulut atau hidung untuk mencegah perpindahan droplet. “Kita itu punya kebiasaan memegang tempat masuknya virus 20 kali dalam 1 jam. Memegang muka secara tidak sadar seperti kucek mata; memegang hidung; memperbaiki posisi kacamata, hijab, atau poni. Dengan mencuci tangan potensi penularan kontak tidak langsung bisa berkurang,” ujar Reisa.

Pantauan di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin, di Banjarmasin Utara, PTM dimulai hari ini untuk kelas four dan 5. “Menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization , publikasi ilmiah, media masa, dan data COVID-19 di Indonesia, maka saat ini IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh lebih aman,” ujar Aman. DhanksLgLagi_4 pun mengaku senang melihat anak-anak memakai seragam sekolah, setelah hampir setahun mereka terbelenggu oleh ketidakpastian. Di berharap, pandemi Covid- 19 segera pergi, agar dunia anak segera kembali. Keempat, pertimbangkan rencana transportasi, bekal makanan dan minuman, masker, pembersih tangan, dan lainnya. “Karena memang kita tidak bisa sendiri, sehingga memang perlu peran orang tua juga,” katanya.

Manajemen waktu anak pun berantakan karena tidak semua bisa disiplin kapan harus belajar, kapan harus bermain, kapan harus beribadah. Banyak kasus, anak sibuk dengan ponselnya karena orang tua pun sibuk bekerja. Terlalu banyak hal yang memecah konsentrasi anak jika belajar mandiri di rumah. Sekolah-sekolah di Sidoarjo Jawa Timur sudah ada yang mempersiapkan simulasi pembelajaran tatap muka sejak dari sekarang.

Sejak awal pembelajaran daring, jadwal pelajaran adalah tentatif; bisa berubah setiap hari tergantung kesiapan gurunya dalam memberikan rekaman penjelasan pelajaran. Hal ini menunjukkan kemampuan guru baik dalam bidang teknologi informasi ataupun mengajar satu arah masih sangat kurang. Pada masa transisi, PTM terbatas di bulan I diikuti oleh maksimal 50 persen dari jumlah siswa, dengan pengaturan kegiatan pembelajaran.

Sebab di beberapa tempat masih ada sekolah yang kurang dalam sarana dan prasarana. Hal ini lantaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin Menteri Nadiem Makarim dikabarkan belum memutuskan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru menggunakan metode PTM atau kembali pembelajaran jarak jauh . Sudin Pendidikan Jakarta Pusat telah menetapkan tujuh sekolah untuk melaksanakan uji coba belajar tatap muka. Ketujuh sekolah tersebut, yakni SDN Kebon Melati 01 Tanah Abang, SDN Cideng 07, SDN Petojo Utara 05 Gambir, SDN Kenari 08, SDN Rawasari 05 Pagi, SMP Mahatma Gandi School Sawah Besar dan SMKN 44 Kemayoran. Pelaksanaan PTM terbatas tersebut akan diawasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, serta kantor Kemenag. Ketika ditemukan kasus Covid-19 di satuan pendidikan, para pengawas tersebut serta kepala satuan pendidikan diwajibkan untuk melakukan penanganan kasus.

“Memang karena masih anak-anak, jadi pasti sulit dilarang. Kami akan jadikan itu sebagai bahan simulasi. Simulasi tidak hanya di sekolah, tapi mulai berangkat sampai pulang sekolah,” terang Rudy, sapaan akrabnya. Kastam mengaku masih berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19, yang diketuai oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Kastam menyebutkan, satu jam pelajaran SMP menjadi 35 menit, dan SD 30 menit. Sistem ini akan menjadi acuan untuk sekolah lainnya tingkat SD di Kota Solok setelah dilakukannya evaluasi.

“Iya dari Dinas kan aturannya hanya satu kelas yang masuk tiap minggu,” kata Kamil. Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak boleh dilakukan di sekolah, namun disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah. Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik misal salaman atau cium tangan. “Jadi masih berat, kalau vaksinasi jadi andalan ya, vaksinasi mandiri juga kan belum jelas, jadi sekarang udah Maret. Tapi ya mudah-mudahan kalau April bisa 1 juta vaksin per hari dilakukan ya masih mungkin,” ucap dia.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, hampir 97 persen siswa sekolah dasar ingin kembali ke sekolah. “Iya mereka juga memeriksa seperti jadwal pembelajaran sesuai aturan yakni dua jam sehari dan perangkat pembelajaran guru,” kata Usman. “Tidak bisa kita nyatakan bahwa dengan kondisi ini harus dipaksakan tatap muka. Itu memang yang terbaik tapi kondisi pandemi ini tidak menentu. Perlu kita perhatikan lagi dan dipelajari,” pungkasnya.

Comments are closed.