Catat! Ini 6 Vaksin Penting Untuk Lansia

Catat! Ini 6 Vaksin Penting Untuk Lansia

Sukses negara Yahudi itu untuk mengerem pandemi Covid-19 mendapat acungan jempol. Untuk diketahui, terkait izin penggunaan darurat vaksin bagi lansia, BPOM juga telah mengeluarkan informasi yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para nakes dan vaksinator dalam melakukan skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi. Hal ini penting mengingat kelompok lansia adalah kelompok berisiko tinggi sehingga pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Jakarta – Program vaksinasi COVID-19 telah berjalan secara bertahap sejak 13 Januari 2021 lalu, sesuai dengan ketersediaan vaksin dan goal prioritas yang ditetapkan pemerintah. Selanjutnya, Dinkes Provinsi akan menentukan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Nadia berharap peserta bersabar menanti informasi yang akan diberikan Dinkes Provinsi, Kabupaten/Kota juga melalui puskesmas/RS setempat untuk pelaksanaan vaksinasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim terus mendorong vaksinasi terhadap lansia di semua daerah, utamanya selama Ramadan dan sebelum Lebaran. “Home care, kita menyediakan tim untuk menjemput, jadi para lansia bisa dikumpulkan di RT, RW, Kelurahan, dibawa ke sentra vaksinasi terdekat”, pungkasnya. Vaksinasi perdana bagi lansia telah dilakukan terhadap tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun pada Senin 8 Februari lalu. Total yang akan divaksinasi mencapai 11,6 ribu orang di seluruh Indonesia. Hal ini untuk melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan tanpa terkecuali, termasuk lansia. Nadia mengatakan bahwa pihaknya menjamin bahwa pelaksanaan vaksin di fasilitas kesehatan maupun vaksinasi masal yang taat protokol kesehatan.

Vaksinasi bagi Lansia

“Kami melihat keinginan dan semangat mereka dalam menerima vaksin alhamdulillah cukup tinggi. Mudah-mudahan program vaksinasi yang dilaksanakan ini bisa menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kekebalan tubuh sehingga terhindar dari wabah Covid-19 ini. Oleh karena itu, setelah adanya vaksinasi ini, harapannya aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal seperti sedia kala,” tandasnya. Pelaksanaan tahap kedua vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat lansia tengah dilakukan di beberapa wilayah Jakarta Utara.

Pastikan juga lansia telah melakukan pendaftaran dengan dua pilihan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendapatkan vaksinasi. “Saya tentunya senang dan saya mendukung sekali pelaksanaan vaksinasi ini. Saya yakin vaksinasi ini akan membuat kita, khususnya lansia, terhindar dari penyakit Covid-19,” ujar Pensiunan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Haryono, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi vaksin di Kompleks RSUD dr Soediran, Jumat (12/3/2021) mengatakan bahwa vaksinasi bagi lansia merupakan skala prioritas pemerintah. Keberhasilan vaksinasi Covid-19 bagi lansia tidak terlepas dari peran berbagai sektor.

Bagi sasaran vaksinasi lansia yang sudah sempat mengisi tautan, Nadia mengatakan, untuk tersebut tidak perlu khawatir, Kemkes menjamin bahwa knowledge tersebut aman dan disimpan di dinas kesehatan provinsi masing-masing. Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat lanjut usia , menjadi penerima vaksinasi Covid-19 prioritas tahap II. Saat ini Kementerian Kesehatan telah membuka pendaftaran, maka masyarakat Lansia harus memperhatikan langkah-langkah untuk mendaftarkan diri sebagai penerima vaksin Covid-19. Pemerintah sudah memulai program vaksinasi COVID-19 bagi kategori lansia pada eight Februari 2021 di fasilitas kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

Lebih lanjut, lansia dengan penyakit komorbid terkendali bisa mendapatkan vaksin. Menurut Konsultan Alergi Imunologi di RSCM/FKUI itu, lansia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi dan rentang waktu untuk pemberian vaksin kedua zero-14 hari setelah vaksinasi COVID-19 pertama dinilai belum cukup. Pelaksanaan vaksinasi drive thru yang berlokasi di lapangan parkir hall C, Jakarta International Expo , Kemayoran, Jakarta Pusat ini merupakan kerja sama antara Kemenkes, Halodoc, dan Gojek. Lansia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia tahun yang perlu jarak 14 hari. Biasanya, reaksi akan terjadi karena penerima vaksin tidak mengetahui bahwa sistem kekebalan tubuhnya rentan terhadap komponen vaksin.

Comments are closed.