20 Ucapan Hardiknas Bertema Corona Untuk Penyemangat Dalam Belajar

20 Ucapan Hardiknas Bertema Corona Untuk Penyemangat Dalam Belajar

Ketika melakukan aktifitas belajar tidak dapat dipungkiri jika terkadang Anda akan merasa bosan, malas ataupun timbul perasaan yang lainnya yang menyebabkan semangat belajar Anda pun menjadi hilang. Hal inilah yang menjadi penyebab beberapa anak yang duduk di bangku sekolah menengah pertama merasa malas untuk belajar. Buatlah semacam kompetisi yang sehat di dalam kelas yang diikuti oleh para siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajar mereka.

Lalu orang tua akan membantu mereka dalam pengerjaan tugas jika terjadi kesulitan. Berbagai macam cara dilakukan agar siswa-siswi Sadewa tetap nyaman dan menyenangkan dalam belajar. Adanya kegiatan belajar di rumah membuat anak tak merasakan hal-hal yang terjadi di sekolah.

Banyak gangguan yang membuat proses belajar mereka tidak maksimal dan efisien. Berbagai model pembelajaran disarankan untuk dicoba, dan siswa dijadikan subyek belajar bukan objek belajar yang hanya menerima dan guru yang aktif. Pembelajaran sekarang diharapkan siswa aktif dan secara kolaborasi berproses memahami materi yang disampaikan guru dan guru sebagai fasilitator saja. Selama membantu anak belajar pun, Mama harus sabar dan tetap tekun untuk mengajarkan. Jangan sampai emosi dan berujung anak menjadi tidak bersemangat lagi. Selain itu, buatlah suasana yang berbeda setiap harinya agar tidak membosankan.

Jadi, selagi mereka mengerjakan tugas, kita dapat mengerjakan pekerjaan seperti biasa. Para orang tua pun harus memutar otak, mencari aktivitas anak yang menyenangkan namun tetap mengasah kemampuan. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak-anak selama di rumah.

Dilansir dari Kumparan, metode ini disarankan oleh Kepala Bidang Kemitraan Fullday Daarul Qur’an, Dr. Mahfud Fauzi, M.Pd yang mana sangat pas untuk pelajar yang kurang memiliki kesempatan untuk mendapatkan seperangkat teknologi yang mewadahi. Dengan demikian, materi yang akan diberikan kepada siswa bisa tersampaikan dengan baik. Karena materi pelajaran dan keberadaan tugas yang diberikan bisa terlaksana dengan baik. Ketiga, melakukan pelatihan daring secara singkat dan mengenal platform pembelajaran jarak jauh .

Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilaksanakan dengan tatap muka, saat ini sebagian besar beralih menjadi pembelajaran dalam jaringan atau daring. Sejak pertengahan Maret 2020 atau sekitar delapan bulan lalu, kegiatan belajar dilakukan melalui online. Selama masa pandemi Covid-19, anak harus tetap belajar karena belajar dari rumah bukanlah hari libur, Jadi, sebagai orangtua bisa Bandar Slot Online membantu si Anak untuk mengerjakan tugas dari sekolah. Namun, jangan sampai memaksa yang akan berakibat merubah suasana hati anak. KOMPAS.com – Saat ini, pelajar dan mahasiswa Indonesia tengah menghadapi situasi di tengah wabah pandemi virus corona. Jika si anak merasa jenuh dengan aktifitas yang monoton selama belajar di rumah, maka si anak dapat disarankan untuk membuat jadwal belajar harian.

Selain itu, hindari ruangan yang di dalamnya terdapat mainan atau televisi karena bisa mengganggu konsentrasinya. Setiap orang pasti mempunyai hobi yang berbeda, ada yang suka menulis, membaca, memasak, berkebun, olahraga, dan masih banyak lagi. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin dengan melakukan hal yang kita sukai untuk mengurangi rasa jenuh kita selama berada di rumah. Sehingga, social distancing ini memberikan kesan dalam hidup kita. Guru SMA Negeri 29 Jakarta, Aji Tri Wikongko mengatakan sejak Rabu (18/3) seluruh guru di Jakarta diminta mengajar di rumah.

Cara agar anak tetap semangat sekolah disaat pandemi

Akan tetapi seiring berjalanya waktu hal ini mudah dan bisa teratasi. Dengan demikian guru dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring. Kuota yang dibeli untuk kebutuhan internet menjadi melonjak dan banyak diantara orangtua siswa yang tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet. Hal tersebut membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Comments are closed.